4 Apr 2013


KELANA KOTA 
09 Januari 2013, 20:17:00 | Laporan Fatkhurohman Taufik

Kekerasan Terhadap Wartawan

AJI dan PWI Kutuk Kekerasan Terhadap Wartawan Malang Post



suarasurabaya.net - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Malang dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur kutuk penganiayaan yang dilakukan orang tidak dikenal kepada Ira Ravika, 33 tahun, reporter harian Malang Post.

Kepada suarasurabaya.net, Rabu (9/1/2013), malam, Eko Widiyanto, Ketua AJI Kota Malang, menuturkan penganiayaan terhadap Ira terjadi pada Rabu sore tadi. Menurut Eko, saat itu Ira yang sedang mengendarai sepeda motor tiba-tiba ditendang orang tak dikenal yang mengendarai Yamaha RX-King di kawasan Oro-oro Dowo, Kota Malang.

Akibat insiden ini, Ira mengalami patah tulang pada tangan kanan karena terjatuh dari sepeda motor, dan harus dirawat di Instalasi Rawat Darurat RSU dr Saiful Anwar, Malang.

Menurut Eko, dugaan sementara kasus ini berkaitan dengan pemberitaan yang sempat ditulis oleh Ira. Pada Minggu (6/1/2013), Ira memang menurunkan sebuah tulisan terkait oknum TNI yang terlibat aksi pencurian yang remuk dihakimi massa.

"Malam ini kita masih rapat untuk menyikapi kejadian ini," kata Eko. Yang pasti, apapun penyebabnya, melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran terhadap UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Harusnya, kata Eko, pemberitaan yang dianggap tidak benar bisa dilawan dengan menggunakan mekanisme hak jawab, bukan menggunakan tindak kekerasan.

Hal yang sama diungkapkan, Muhammad Munir, Ketua PWI Jatim. Menurut Munir, "Tidak begitu caranya. Kalau tidak puas ada jalan dan prosedurnya. Wartawan tidak kebal hukum, tetapi wartawan juga tidak bisa diperlakukan seenaknya hanya gara-gara nulis berita," kata Muhammad Munir.

Jika merasa dirugikan oleh pemberitaan media, Munir memberikan beberapa langkah yang bisa ditempuh. Pertama, adalah dengan menggunakan hak jawab. Jika dirasa masih tidak puas bisa melayangkan somasi ke media bersangkutan. Jika somasi itu tidak ditanggapi maka bisa mengadukan ke Dewan Pers.

"Bukan jamannya main kekuatan otot. Bukan jamannya anggota atau aparat main kasar terhadap wartawan. Lagi pula, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaika secara baik-baik," ujarnya sembari menyebut jika PWI Jatim selama ini sudah melakukan kerjasama dengan Polda Jatim dan Kodam Brawijaya. (fik)