11 Sep 2015

Diskusi Tentang Pemikiran Ashadi Siregar



ASHADI SIREGAR merupakan tokoh penulis yang tenar, baik itu dibidang sastra ataupun jurnalis. Ia rajin mencatat, serta mengkritisi perkembangan pers Indonesia. Ia juga sempat berkiprah dalam beberapa media massa, seperti Kompas dan Surabaya Post.



Selain itu, anak ketiga dari tujuh bersaudara ini juga pernah terlibat dalam pembuatan majalah mingguan Sendi di tahun 70’an. Sayang, majalah itu hanya sampai di edisi ke 13. Majalah itu kemudian dibredel karena terlalu kritis, lalu Ashadi duduk di kursi pengadilan dengan status terdakwa.

Meski demikian, pria yang lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara pada 3 Juli 1945 ini tak gentar. Ia tetap mencatat, lalu menuliskan buah pemikirannya tentang pers Indonesia hingga kini, bahkan membuat tiga dosen Universitas Brawijaya, Malang tertarik meneliti pemikiran jurnalis Ashadi. Ketiga dosen itu adalah Dr Antoni, MSi, Nisa Alfira SIKom MA, dan Sri Handayani Spd MIKom.

“Pemikiran Ashadi menjadi penting untuk diteliti mengingat kiprahnya yang panjang dan konsisten dalam memikirkan serta turut berkiprah memperjuangkan kondisi pers Indonesia yang sehat,” tulis Antoni dalam latar belakang penelitiannya, ‘Workshop Pengimplementasian Nilai Nilai Pers di Indonesia Sebagai Penunjang Good Governance’.

Mereka meneliti pemikiran Ashadi melalui berbagai tulisan di media massa sejak April 2015, hingga Oktober 2015. Hasil penelitian itu kini bisa dilihat public.

Rencananya, Antoni juga akan menyampaikan penelitian tersebut di kantor AJI Malang, Jl Kunto Bhasworo VIII No 21, Kota Malang dalam bentuk diskusi pada Sabtu (12/9/2015), mulai Jam 19.00 hingga selesai.

Kegiatan ini terbuka untuk umum, mulai dari jurnalis/wartawan, mahasiswa serta aktivis jurnalis.

Silahkan hadir.