30 Jul 2010

Lagi, Jurnalis Meninggal di Merauke

Jum'at, 30 Juli 2010 13:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ardiansyah, jurnalis yang pernah bertugas di Tabloid Jubi, Kontributor ANTV dan Merauke TV, ditemukan meninggal dalam kondisi telanjang dan terapung di Sungai Gudang Arang, Merauke, Papua, Jumat (30/7). Sebelumnya, Ardiansyah dinyatakan hilang sejak Rabu (28/7).

Belum diketahui pasti penyebab kematian Ardiansyah. Berdasarkan pers release yang dikirim Lembaga Bantuan Hukum Pers ke kantor Tempo, Jumat (30/7) menyebutkan, informasi yang didapat dari Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Jayapura, kasus kematian Ardiansyah, diduga terkait dengan masalah Pilkada.

Karena, beberapa hari lalu, terdapat ancaman melalui SMS kepada jurnalis yang ada di Marauke yang isinya ancaman akan menghabisi dan membunuh pada wartawan di Merauke.

LBH menilai apa yang dialami almarhum Ardiansyah adalah bukti nyata bahwa perlindungan terhadap jusnalis masih sangat lemah. Peristiwa itu membawa preseden buruk bagi kemerdekaan pers dan kebebasan berekpresi di Indonesia.

"Kematian korban diduga dibunuh akibat pekerjaannya sebagai jurnalis dalam mewartakan fakta yang terkait dengan pelaksanaan pilkada di Merauke," kata Arief Ariyanto, Kepala Divisi Riset dan Pendidikan LBH dalam release-nya.

Karena itu, LBH meminta kepolisian untuk mengusut tuntas motif dan pelaku kejatahan tersebut dan membawa kasus itu ke pengadilan.

LBH juga menyerukan agar semua pihak mendukung dan menghormati kebebasan pers. Dengan menyelesaikan setiap sengketa pers melalui proses mediasi di dewan pers. Karena hal itu diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Eni Saeni


http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/07/30/brk,20100730-267539,id.html